Bangsa pelaut sebagai populasi Muslim terbesar

Rahasia Laut di dalam Alquran

Dalam Alquran terdapat 32 ayat yang menyebut kata ‘laut’. Sedang kata ‘darat’ terkandung dalam 13 ayat Alquran. Jika dijumlahkan, keduanya menjadi 45 ayat. Angka 32 itu sama dengan 71,11 persen dari 45. Sedang 13 itu identik dengan 28,22 persen dari 45. Berdasar ilmu hitungan sains, ternyata memang 71,11 persen bumi ini berupa lautan dan 28,88 persen berupa daratan.

Bangsa pelaut sebagai populasi Muslim terbesar

Tahukah kita bahwa  penduduk islam sedunia menunjukkan bahwa umat islam Indonesia menduduki rangking teratas. Secara kuantitas, Muslim Indonesia mencapai jumlah hingga lebih dari 190 juta manusia yang merupakan 87% dari seluruh penduduk kepulauan terluas di muka bumi ini. Dan masyaAllah…., tempat kita berpijak dimana jumlah ummat islam terbanyak berhimpun ini adalah kepulauan terluas di muka bumi ini. Tradisi kemaritiman bangsa Indonesia juga telah mendara daging dan berumur panjang. “Nenek moyang ku seorang pelaut” mungkin itu yang sering kita dengarkan dari dulu. Hal ini tentu dibuktikan dengan beberapa catatan sejarah , artefak, jejak kebudayaan hingga sampai ke madagaskar di lautan hindia hingga ke Hawaii dan marquesas di lautan pasifik.

Tapi yang menjadi pertanyaan saya, dan mungkin banyak orang lainnya, mengapa ummat yang begitu banyak dan penduduk yang sudah mengenal islam selama lebih dari 7 abad, masih juga belum memperoleh manfaat dari petunjuk yang diberikan secara berlimpah dari Alquran, terutama tentang menuai karunia dari lautan.

Apakah ada pesan dari Alquran yang belum sampai ?, atau adakah penafsiran yang kurang tepat sehingga kaum muslim di Negara kepulauan Indonesia ini gagal untuk menangkap pesan-pesan yang begitu amat berharga untuk mengangkat harkat mereka.

Apakah para ulama dan guru agama kita telah gagal mengartikulasikan dan member inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk mencari rezeki di lautan berdasarkan bunyi QS Al-Jattsiyah 45:12 dan  QS An Nahl ayat 14.

“Allah menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizing-Nya, dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur” QS Al-Jattsiyah 45:12

“Dan Dialah Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar, dan kamu mengeluarkan dari lautan perhiasan yang kami pakai. Kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya supaya kamu bersyukur” QS An Nahl ayat 14.

Saya berpendapat bahwa ketika inspirasi dari Alquran ini belum sampai kepada kita, Wajar sajalah, bila ribuan sarjana muslim, teknokrat dan birokrat di Indonesia telah gagal atau tidak bersungguh-sungguh dalam membumikan atau melautkan pesan Alquran untuk membangun khairah ummah, the best and chosen society, yang berwawasan kelautan.

Jumlah  ummat tebesar di muka bumi ini yang berada pada rangkaian kepulauan terluas, dengan berbekal Alquran , maka insyaAllah bisa menjadikan kita sebagai bangsa yang tahu diri dalam mengeman amanah yang mulia. Dengan mendengar dan membaca sejarah masa lalu, saya yakin bahwa Al Quran telah menjadi Inspirasi bagi ummat muslim untuk menjelajah lautan sebagaimana yang dibuktikan dan tercatat dalam sejarah tentang pelaut arab, bugis, Maluku, dan para penemu muslim dari bangsa lain. Dan bukankan Islam masuk pertama kali di Negara kita ini melalui perdagangan oleh para pelaut.

Perlu kita tahu bahwa, kita di indoneisia sebagai masyarakat bahari belum banyak menikmati karunia yang Allah berikan dari lautan. Entah mengapa, Negara kita sangat sulit untuk mengelolah lautan demi kesejahteraan ummat. Sangat berbeda dengan Bumi sakura jepang, yang selain di bidang teknologi industry, aspek kelautan dan perikanan dapat member pengaruh besar buat negaranya.

Akhir kata saya mengutip perkataan Bapak Dr.Rokhmin Dahuri, Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2000-2004) “Arah pembangunan masih banyak berorientasi dan berpihak kedarat. Dan, itulah merupakan salah satu tugas kita sebagai bangsa untuk mengembalikan keyakinan masyarakat bahwa laut dapat menjadi masa depan bangsa sehingga harus dikelolah dengan baik dan bermanfaat secara ekologi, ekonomi, dan social politik.”

Wallahu A’lam bishawaf.

Penulis : Munzir Arsyuddin (Mahasiswa Perikanan, FIKP Unhas 2008)

Sumber Inspirasi: Alquran dan lautan

copyright ©2011 pondok munzir